Menghilangkan Rasa Malu

Menghilangkan Rasa Malu

Sekitar pukul 09.30 WIB hari ini, Saya tiba di ‘Service Center’ untuk servis ‘tools’ yang masih garansi. Ternyata Saya harus menunggu sekitar 1,5 jam lamanya, Saya putuskan untuk menunggu karena letak rumah cukup jauh. Duduk dan diam menunggu hingga 15 menit saja terasa membosankan, kemudian Saya bergegas ke lokasi parkiran terbuka dan disampingnya ada cafetaria. Ada seseorang yang cukup berusia lanjut disitu, serentak Saya dekati untuk diajak mengobrol sembari memesan minuman dan menghilangkan kejenuhan menunggu. Saya pun berkenalan dan berbasa-basi singkat, itu lumrah untuk orang baru berkenalan. Sebut saja namanya ‘Pak XYZ(65 Thn)’, singkat cerita… ternyata beliau sangat antusias menceritakan pengalamannya. Beliau bercerita : “selama 31 tahun Saya bekerja dan jabatan terakhir sebagai pengawas produksi di perusahaan textil dan dirumahkan. Tentunya melamar pekerjaan sudah sangat mustahil diusia Saya waktu itu. Selanjutnya Saya mencoba berdagang jagung rebus keliling, saat pertama kali berdagang ada berkecamuk rasa takut, segan dan malu bila bertemu teman, tetangga dan saudara. Selama 3 bulan lamanya Saya memakai masker ketika berdagang dan selama itu pula dagangan Saya hanya laku 1/4 panci digerobak setiap harinya. Itu hanya kembali modal dan semakin hari uang pesangon semakin menipis karena besar sekali pengeluaran anak-anak untuk sekolah dan kuliah. Saya termenung apa lagi yang harus Saya lakukan, tetap berdagang jagung rebus atau banting setir saja. Selama 1 minggu Saya berdiam diri dirumah dan akhirnya Saya mendapatkan ide dari istri untuk berdagang ‘Pop Corn’. Saya beranikan diri untuk melepas masker, berbangga hati dan percaya diri untuk berdagang karena kuncinya ada pada diri sendiri. Alhamdulillah hingga umur Saya sekarang, anak-anak semua sudah menjadi sarjana, menikah dan Saya memiliki 7 orang cucu. Semua terbiayai oleh dagangan ‘Pop Corn’. Itu pengalaman Saya mas dan ketika terpuruk, menghilangkan rasa malu itu perlu perjuangan karena itu kuncinya sukses”, ujarnya. Lalu kemudian beliau pamit untuk pulang karena dapat telepon. Saya pun penasaran, siapa sebenarnya beliau ? Sambil menunggu servis sekitar 20 menit lagi. Saya mencoba googling sosok beliau, ternyata beliau adalah pemilik franchise ‘XYZ Pop Corn’ yang outlet gerobaknya sudah berjumlah lebih dari 3000’an dan tersebar di Jawa, Sumatera, Bali bahkan sampai Australia. Beruntung sekali saya hari ini bisa bertemu beliau dan terngiang selalu dikepala saya “Menghilangkan rasa malu adalah kuncinya sukses” !

Previous Cicak Saja Tidak Protes
Next Out Of The Box

About author

Rubi YW
Rubi YW 7 posts

Pengusaha Kota Cimahi

You might also like

Motivasi 0 Comments

MUNTABER

Dibenaknya ingin sukses, ketika menawarkan dagangannya 1x, 2x, 3x bahkan 10x selalu ditolak, lalu berkata : “Susah amat ya, dagangan gw ga ada yg mau beli”, akhirnya muntaber (mundur tanpa berita).

Motivasi 0 Comments

Out Of The Box

Ada istilahnya : ‘Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala’ dan ‘Banting tulang’. Itu julukan bagi pekerja keras yang menjalani hidupnya tanpa kerja cerdas. Alhasil, ketika berusia lanjut ?!! Rumah seadanya,

Motivasi 0 Comments

JANGAN BERHENTI

Coba ini gagal, coba itu gagal, macam-macam coba tetap gagal. Apakah ini terjadi pada anda? Saya tegaskan, semakin anda mengalami kegagalan, sukses anda akan lebih tinggi dari rata-rata sukses kebanyakan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply